I'm who I am (Ksatria Jambon)

Rabu, 04 Februari 2015

Sudut Pesona Lain di Lereng Gunung Ungaran








Sudut Pesona Lain di Lereng Gunung Ungaran

Saya temukan lagi, pesona Semarang. Ya, here I am. Berkunjung ke situs-situs sejarah sepertinya tidak bisa dibilang kuno. Seperti halnya saya, berbeda dari destinasi-destinasi sebelumnya, cuaca di kota Jogja yang sedang panas-panasnya membawa tubuh saya ingin merasakan satu tempat yang sejuk di sudut kota Ungaran ini. Saya memilih Candi Gedong Songo untuk destinasi kali ini.
Tidak perlu resah karena berpikir tidak bisa menikmati perjalanan ini, sesampainya di sekitar Bandungan, kalian akan ditakjubkan beberapa hal selama perjalanan. Kalian akan menemukan deretan bunga-bunga cantik disana. Hal ini lantaran letak mereka yang berada di perbukitan secara otomatis menjadi pusat tanaman hias.
Tepat di parkiran, udara sejuk berburu-buru menyapa saya saat itu. Ketika mulai masuk menuju tempat wisata candi Gedong Songo, entah apa kaki saya mengarahkan ke sebuah jalan yang ternyata bebas dari pembayaran tiket masuk. How lucky I am. Haha... Sepanjang jalan mendaki jalan yang menanjak menuju candi satu ke candi lainnya, jangan heran jika teman-teman akan diikuti beberapa lelaki disana. Mereka adalah orang-orang yang akan menawarkan kepada pengunjung di candi tersebut untuk menyewa kuda, karena menuju banyak candi dengan jalan yang terus menanjak itu tidaklah cukup mudah. So, thats your choice. Saya akhirnya memilih menunggangi kuda untuk berkeliling Candi Gedong Songo tersebut. 
Melewati tanjakan pertama, all is okay. Menuju tanjakan berikutnya, bressss..Hujan deras beserta angin menyapa saya, dan kuda coklat ini. Pertama kali yang saya lakukan adalah mengamankan kamera slr saya. Ha ha, betapa buruknya saya saat itu, menunggangi kuda di jalan yang menanjak dan licin, saya agak takut kuda nya akan terpeleset, sedikit demi sedikit saya mulai kembung meminum air hujan yang singgah di sekitar mulut saya, memikirkan isi tas dan kamera saya yang sudah basah, dan perjalanan inipun tidak sebentar. Sampai di  bukit paling atas yaitu di sekitar candi ke delapan, meskipun hujan, ini sangat luar biasa. Saya dihadapkan pada pemandangan yang begitu cantik dengan butiran hujan yang mulai perlahan jatuhnya. Disana saya mendapati pesona beberapa gunung, candi yang satu persatu dapat saya lihat dari puncak bukit itu, pendopo-pendopo kecil dan keramahan para penjual minuman hangat. That's perfect guys.
Untuk beberapa waktu, hujan masih mengurung saya di sebuah pendopo kecil nan cantik. Setelah rintik hujan mulai terlihat sangat samar diantara pepohonan pinus, saya memutuskan untuk lanjut menelusuri kompleks Candi Gedong Songo ini. Saya putuskan, ini menjadi destinasi menakjubkan berikutnya yang ada dalam catatan saya.

Setiap kali saya dihadapkan dengan perjalanan menakjubkan seperti ini, satu hal yang sering saya lantunkan dalam hati. "Terima kasih Tuhan atas kesempatannya untuk bisa menikmati Maha Karya Mu."








Hanya ada lima candi disana dan mengapa disebut Candi Gedong Songo? So, lets come and join to be proud of Indonesia.



Tidak ada komentar: