Sudut Pesona Lain di Lereng
Gunung Ungaran
Saya temukan lagi, pesona
Semarang. Ya, here I am. Berkunjung ke
situs-situs sejarah sepertinya tidak bisa dibilang kuno. Seperti halnya saya,
berbeda dari destinasi-destinasi sebelumnya, cuaca di kota Jogja yang sedang
panas-panasnya membawa tubuh saya ingin merasakan satu tempat yang sejuk di
sudut kota Ungaran ini. Saya memilih Candi Gedong Songo untuk destinasi
kali ini.
Tidak perlu resah karena berpikir
tidak bisa menikmati perjalanan ini, sesampainya di sekitar Bandungan, kalian
akan ditakjubkan beberapa hal selama perjalanan. Kalian akan menemukan deretan
bunga-bunga cantik disana. Hal ini lantaran letak mereka yang berada di
perbukitan secara otomatis menjadi pusat tanaman hias.
Tepat di parkiran, udara sejuk
berburu-buru menyapa saya saat itu. Ketika mulai masuk menuju tempat wisata
candi Gedong Songo, entah apa kaki saya mengarahkan ke sebuah jalan yang
ternyata bebas dari pembayaran tiket masuk. How lucky I am. Haha... Sepanjang
jalan mendaki jalan yang menanjak menuju candi satu ke candi lainnya, jangan
heran jika teman-teman akan diikuti beberapa lelaki disana. Mereka adalah
orang-orang yang akan menawarkan kepada pengunjung di candi tersebut untuk
menyewa kuda, karena menuju banyak candi dengan jalan yang terus menanjak itu
tidaklah cukup mudah. So, thats your choice. Saya akhirnya memilih menunggangi kuda
untuk berkeliling Candi Gedong Songo tersebut.
Melewati tanjakan pertama, all is
okay. Menuju tanjakan berikutnya, bressss..Hujan deras beserta angin menyapa
saya, dan kuda coklat ini. Pertama kali yang saya lakukan adalah mengamankan
kamera slr saya. Ha ha, betapa buruknya saya saat itu, menunggangi kuda di
jalan yang menanjak dan licin, saya agak takut kuda nya akan terpeleset,
sedikit demi sedikit saya mulai kembung meminum air hujan yang singgah di
sekitar mulut saya, memikirkan isi tas dan kamera saya yang sudah basah, dan
perjalanan inipun tidak sebentar. Sampai di bukit paling atas yaitu di
sekitar candi ke delapan, meskipun hujan, ini sangat luar biasa. Saya
dihadapkan pada pemandangan yang begitu cantik dengan butiran hujan yang mulai
perlahan jatuhnya. Disana saya mendapati pesona beberapa gunung, candi yang
satu persatu dapat saya lihat dari puncak bukit itu, pendopo-pendopo kecil dan keramahan
para penjual minuman hangat. That's perfect guys.
Untuk beberapa waktu, hujan masih
mengurung saya di sebuah pendopo kecil nan cantik. Setelah rintik hujan mulai
terlihat sangat samar diantara pepohonan pinus, saya memutuskan untuk lanjut
menelusuri kompleks Candi Gedong Songo ini. Saya putuskan, ini menjadi
destinasi menakjubkan berikutnya yang ada dalam catatan saya.
Setiap kali saya dihadapkan
dengan perjalanan menakjubkan seperti ini, satu hal yang sering saya lantunkan
dalam hati. "Terima kasih Tuhan atas kesempatannya
untuk bisa menikmati Maha Karya Mu."
Hanya ada lima
candi disana dan mengapa disebut Candi Gedong Songo? So, lets come and join to be proud of
Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar