Tentang Komandan, kekasihku
Kau minta
aku tetap tinggal disini
Kau bilang padaku “Jangan Pergi!”
Kau minta aku untuk menunggumu
Kau bilang padaku “Tunggulah untukku”
Kau bilang padaku “Jangan Pergi!”
Kau minta aku untuk menunggumu
Kau bilang padaku “Tunggulah untukku”
Lalu kucoba kabulkan semua itu
Tanpa sedikit ragu
Aku diam dan menunggu
Bersama detak irama jarum jam
Ternyata dimensi waktu
Berlari begitu cepat
Bersama datangnya engkau
Wahai Kekasihku…
Samar-samar kuamati kau dari kejauhan
Kulihat kau berlari kecil mengarah padaku
Tanpa sedikit ragu
Aku diam dan menunggu
Bersama detak irama jarum jam
Ternyata dimensi waktu
Berlari begitu cepat
Bersama datangnya engkau
Wahai Kekasihku…
Samar-samar kuamati kau dari kejauhan
Kulihat kau berlari kecil mengarah padaku
Kau masih seperti yang kukenal
dulu
Sangat tampan dan gagah
Sangat tampan dan gagah
Rona wajahmu tak mencerminkan lelah
Sedang yang ada dibalik bahumu
Sebuah ransel berisi amanat
negara
Dan sebuah senjata yang menjadi teman setiamu
Malah kau tersenyum penuh wibawa
Kau tatap aku penuh cinta
Kau rangkul aku,lalu kau ciumi aku
Kemudian cepat kau berkata
“Apa kabar gadis kecilku?”
Dan sebuah senjata yang menjadi teman setiamu
Malah kau tersenyum penuh wibawa
Kau tatap aku penuh cinta
Kau rangkul aku,lalu kau ciumi aku
Kemudian cepat kau berkata
“Apa kabar gadis kecilku?”