I'm who I am (Ksatria Jambon)

Minggu, 16 September 2012

Puisi Untuk Ayah


                                                Tentang  Komandan, kekasihku

Kau minta aku tetap tinggal disini
Kau bilang padaku “Jangan Pergi!”
Kau minta aku untuk menunggumu
Kau bilang padaku “Tunggulah untukku”

Lalu kucoba kabulkan semua itu
Tanpa sedikit ragu
Aku diam dan menunggu
Bersama detak irama jarum jam

Ternyata dimensi waktu
Berlari begitu cepat
Bersama datangnya engkau
Wahai Kekasihku…

Samar-samar kuamati kau dari kejauhan
Kulihat kau berlari kecil mengarah padaku
Kau masih seperti yang kukenal  dulu
Sangat tampan dan gagah

Rona wajahmu tak mencerminkan  lelah
Sedang yang ada dibalik bahumu
 Sebuah ransel berisi amanat negara
Dan sebuah senjata yang menjadi teman setiamu

Malah kau tersenyum penuh wibawa
Kau tatap aku penuh cinta
Kau rangkul aku,lalu kau ciumi aku
Kemudian cepat kau berkata
“Apa kabar gadis kecilku?”




Perangai Hujan


Perangai Hujan
Oleh: Aprilia Atik Kurniyati

Aku ingin bicara padamu Tuhan
Sebentar saja
Dan biarkan hanya berdua
Memang bukan rahasia,
Hanya saja ceritaku ini terlalu idiot untuk didengarkan

Tuhan..,
Jelaskan apalah arti hamba
Derai hujan malam hari?
Mematikan segala remang cahaya bulan
….Lalu bintang yang membentang terang
Hanya menghadirkan tatanan panggung yang resah dan kelam

Sedang kekasihku
Ia mendambakan derai hujan sore hari
Yang mampu menghadiahkan siluet tujuh warna kemilau
Di hamparan langit senja setelahnya

Tuhan…
Lagi lagi lihatlah kekasihku
Begitu hangat bercengkerama,bercumbu
Bersama derai hujan kemarin sore
Merajut kisah asmara tanpa peduli aku
Sedang akulah kekasihnya!

Lalu buang saja fenomena tentang hujan malam hari
Ganti saja semua dengan hujan sore hari
Bila jelas tak ada yang menggubris kehadiran diri ini
Bahkan sampai hati pun rela mencaci maki

Hah!Sudahlah Tuhan..
Aku tak ingin muncul lagi
Meski Engkau sendiri menghendaki
Perih aku meratapi nasib diri
Menjadi derai hujan yang tak dikehendaki

Malamnya Candu




MALAMNYA CANDU
Oleh: Aprilia Atik Kurniyati


Sisakan sebatang rokok untukku
Hanya malam ini saja,percayalah
Tak akan membuatku kecanduan
Apalagi mendadak kritis lalu mati

Sisakanlah barang sebatang
Aku ingin menembus batas fantasi
Seperti para pecandu lainnya
Agar aku tak mengenal sepi

Biarkan aku memulainya
Aroma khas rokok yang begitu tajam
Memang memancing gairah
Biarlah malam ini saja

Mulai menyalakan sebatang
Sebagai ritual pengusir kejenuhan
Nikmat mulai menjalar diantara denyut nadi
Sebagai tungku api dikala dingin merajai

Ah,sebatang lagi kawan
Atau beberapa isapan lagi
Aku ingin menyulut sampai puas
Agar sampai benar asapnya memenuhi bilik paru

Walau jelas sebuah kesalahan
Aku ingin satu hembusan lagi
Seperti para pecandu katakan
Meski tahu akan membunuh secara perlahan
Tapi kematian sudah tersusun secara otomatis

Sabtu, 15 September 2012

Anak Fiksi

Anak Fiksi
Oleh:Aprilia Atik Kurniyati

Akulah sajak yang bergumam pada sang puisi
Tak peduli dipandang sepele,
Mengapa aku terlahir dari air mata kerinduan akan cinta
Para penikmat malam syahdu?

Aku seakan anak sajak yang terluka
Karena menyimpan segala kebencian
Yang terbelalak dan hanya lewat aku
mereka sanggup menjerit,berteriak!

Sesungguhnya siapakah kita wahai puisi?
Mengapa manusia begitu betah
Bersembunyi dibalik raga kita?
Sedang kita hanyalah fiksi

Tapi mereka bilang kita punya nyawa
Kita adalah setumpuk rasa yang berkamuflase
Juga sebuah media penyimpanan kisah
Serupa kamera atau buku harian
Yang menyimpan jejak lampau
Para anak dunia

Siluet Wanita Malam

Siluet Wanita Malam
Oleh:Aprilia Atik Kurniyati

Sebut saja aku wanita malam
Tapi bukan wanita eksperimen
Di tepi lorong setiap liku pulau sarkem
Menyulut sebatang rokok murahan
Hanya sebagai pelengkap aktivitas malam

Sebut saja aku wanita malam
Tapi bukan mereka yang nakal bermain mata
Juga lidah ikut melata begitu menggoda
Diselingi geraian rambut yang kian menambah kesan menggairahkan rasa

Sebut saja aku wanita malam
Tapi sekali lagi...
Bukan karena senang bermain sama kaum om
Lalu pulang dijatah uang jajan

Tapi karena malam punya sejuta kejutan
Malam juga pengungkap rahasia
Sekaligus teman pengembara
Maka kunyatakan sekali lagi
Sebut saja aku wanita malam