Kepada
Lelaki Yang Datang
Malam itu ada yang datang kepadaku
Seperti ampas di bibir segelas kopiku
Seperti secarik nota di atas mejaku
Dia datang tanpa kehendakku
Tepat di depanku, temaram lampu di dekatnya
Rebahlah sinar, terang, jatuh di garis matanya
Seketika aku serupa kumbang yang menemukan putik
bunga
Kubiarkan saja waktu itu menetap sedikit lebih
lama
Lelaki tampan berkulit putih ini mengerutkan
kening
Sibuk meramu kata-kata untuk memulai percakapan
Tangannya menyatu di balik meja nomor sembilan
Bergerak gelisah bagai udara basah
Aku rasa sesuatu telah membekukannya
Mungkin saja retina mataku yang sedari tadi
mengarah padanya
Lelaki ini tetap tidak mampu mengeluarkan suara
Tapi percepatan debar jantungnya telah mewakili
segala perkataan yang ingin diucapkannya
Dia baru saja berkata!:
Di setiap pekat dan sunyinya malam
Akan selalu ada satu sinar diantaranya
Di setiap pekatnya butir kopi yang menempel di
bibir gelas
Akan ada satu rasa manis diantaranya
April, 2013
Bjong Café
“TR”
Aprilia A.K
Tidak ada komentar:
Posting Komentar